Amerika Tuduh Iran Hendak Ganggu Pilpres

Editor: Ivan Aditya

IRAN, KRJOGJA.com – Iran membantah tuduhan bahwa mereka mencoba mengganggu pemilihan presiden Amerika Serikat pada tahun ini melalui serangan siber.

Juru Bicara Duta Besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Alireza Miryousefi, mengatakan bahwa tuduhan itu tidak lebih dari skenario untuk merusak kepercayaan pemilih dalam keamanan pemilu AS, dan tidak masuk akal.

“Iran tidak tertarik untuk ikut campur dalam pemilihan AS dan tidak ada keuntungan untuk hasilnya,” ujar Alireza di New York.

Direktur Intelijen Nasional AS, John Ratcliffe, dan Direktur Biro Penyelidikan Federal AS (FBI), Chris Wray, kemarin menuduh Rusia dan Iran mencoba mengacaukan pemilihan presiden pada 3 November mendatang.

Bentuk intervensi itu salah satunya adalah pengiriman surat elektronik berisi intimidasi terhadap para simpatisan Partai Demokrat supaya mereka memilih kandidat petahana, Donald Trump.

Pengumuman itu dilakukan dua pekan menjelang pilpres, dan juga menyoroti upaya negara lain untuk turut campur dalam ajang itu dengan menyebarkan informasi guna menekan tingkat keikutsertaan dan menurunkan tingkat kepercayaan para calon pemilih untuk memberikan suara mereka. (*)

BERITA REKOMENDASI