AmerikaTangguhkan Bantuan Militer ke Mali

Editor: Ivan Aditya

AMERIKA, KRJOGJA.com – Amerika Serikat memutuskan akan menangguhkan bantuan militer ke Mali setelah pemberontak berhasil mengudeta dan menahan presiden negara di Afrika barat tersebut.

“Tidak akan ada pelatihan atau dukungan lebih lanjut kepada pasukan militer Mali, kami telah menghentikan semuanya sampai kami dapat memperjelas situasinya,” kata utusan khusus AS untuk Mali, J Peter Pham.

Pasukan pemberontak berhasil menangkap Presiden Mali yang tak populer, Ibrahim Boubacar Keita yang telah berusia 75 tahun. Mereka memaksa Keita mengumumkan pengunduran diri sebagai presiden dan pihak junta akan berkuasa sampai “presiden transisi” mengambil alih.

Pham mengatakan pemerintah AS, yang mengaku prihatin atas tindakan kudeta jihadis tersebut, telah melakukan kontak dengan pihak junta yang menyebut dirinya Komite Nasional untuk Penyelamatan Rakyat Mali.

“Kontak ini operasional. Mereka tidak menyiratkan pengakuan namun sambutan, bahwa orang-orang ini kini berada pada tingkatan tertentu dan mengendalikan hal-hal tertentu,”

Pham yang menolak menggunakan kata kudeta menyebut pengambilalihan tersebut tentu saja tidak akan membantu. (*)

BERITA REKOMENDASI