Amnesti Internasional Desak Thailand Terima Warga Rohingya

Editor: Ivan Aditya

THAILAND, KRJOGJA.com – Konflik berkepanjangan di Rakhine State, Myanmar, mendorong beberapa warga Rohingya untuk melarikan diri ke negara lain. Selain Bangladesh, negara lain yang menjadi harapan perlindungan bagi etnis Rohingya adalah Thailand.

Thailand mendapatkan imbauan agar berhenti mengusir pengungsi Rohingya kembali ke laut karena khawatir akan memicu gelombang baru manusia perahu. Thailand adalah rute transit yang populer dengan kapal dan darat sampai sebuah pemberontakan polisi Thailand pada 2015 menyebabkan kapal-kapal yang penuh dengan imigran terombang-ambing di laut.

"Thailand sangat perlu menetapkan sebuah contoh regional dengan mengedepankan kebijakan yang manusiawi kepada pengungsi," kata Audrey Gaughran dari Amnesti Internasional.

Dalam pernyataan resminya yang disampaikan pada Agustus, Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha mengatakan bahwa pemerintahnya siap menerima orang-orang melarikan diri dari Myanmar dan mengirim mereka kembali ketika para pengungsi lebih siap.

Namun Komando Operasi Keamanan Internal (ISOC), sebuah unit militer yang menangani keamanan nasional Thailand, baru-baru ini justru mengatakan bahwa pihaknya akan terus mencegah pengungsi dari Rakhine State memasuki Thailand. (*)

BERITA REKOMENDASI