Anak Duterte Dapat Ancaman Bom

Editor: Ivan Aditya

FILIPINA (KRjogja.com) – Paolo Duterte yang merupakan putra Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengungkapkan mendapatkan informasi soal ancaman bom di Davao City. Bahkan Paolo Duterte yang juga menjabat sebagai Wakil Walikota Davao City itu telah mendapat informasi ancaman sejak dua hari lalu.

Paolo mengaku ia mendapatkan informasi bahwa akan terjadi serangan bom di Davao atau di General Santos City. Paolo kemudian sengaja tak menyebarkan infomasi itu karena masih harus diverfikasi oleh petugas keamanan.

Usai ledakan, Paolo sempat menggelar konferensi pers untuk mengumumkan bahwa setidaknya 10 orang tewas akibat insiden ini, sementara puluhan lainnya terluka. Polisi setempat kemudian menyatakan bahwa dua dari 30 warga yang dilarikan ke rumah sakit dinyatakan tewas, sehingga menambah jumlah korban jiwa menjadi 12 orang.

Ledakan terjadi sekitar 100 meter dari Ateneo de Davao University dan dekat dengan hotel mewah Marco Polo, yang kerap didatangi Deterte. Meski begitu, sang presiden menampik serangan itu menargetkan dirinya.

Davao City terletak di Mindanao, Filipina selatan, wilayah yang kerap dilanda berbagai aksi kekerasan dari kelompok pemberontak Muslim. Meski begitu, Davao City merupakan salah satu kota yang dinilai aman. (*)

BERITA REKOMENDASI