Anggota Kongres Gay Brasil Mundur

Editor: Ivan Aditya

BRASIL, KRJOGJA.com – Jean Wyllys, anggota kongres gay pertama Brasil, mengundurkan diri karena mendapatkan ancaman pembunuhan dan memutuskan untuk tinggal di luar negeri. Melalui surat pernyataan mundur kepada partainya, Partai Sosialis dan Kebebasan (PSOL), Wyllys mengaku tak tahan atas ancaman pembunuhan yang ditujukan kepadanya. Dia sampai-sampai hampir tidak pernah keluar dari rumahnya di Rio de Janeiro.

Tak hanya dirinya sendiri, ancaman pembunuhan itu bahkan sudah mulai menyasar keluarganya, seperti ibu kandungnya sendiri. Sebelumnya, Wyllys pernah mengatakan kepada surat kabar Folha bahwa ia terus menjadi target ancaman pembunuhan dan kampanye pencemaran nama baik di media sosial. Ia bahkan pernah didorong di jalan meskipun sedang dalam pengawalan. "Aku tidak ingin mengorbankan diriku sendiri. Aku ingin menjaga diriku dan tetap hidup," katanya.

Wyllys mengatakan bahwa Brasil memiliki tingkat pembunuhan terburuk di dunia pada tahun lalu. Keadaan semakin parah sejak tokoh sayap kanan yang kerap merendahkan kaum gay, Jair Bolsonaro, terpilih menjadi presiden pada Oktober lalu.

Dia mengaku bosan hidup dengan pengawalan sejak pembunuhan anggota dewan perempuan ternama Rio de Janeiro, Marielle Franco pada tahun lalu yang juga anggota PSOL. Titik puncaknya adalah ketika terungkap bahwa putra Presiden Brasil, Flavio Bolsonaro, mempekerjakan kerabat staf majelis negara bagian Rio, mantan polisi yang diduga terlibat dalam pembunuhan Marielle Franco pada Maret lalu.

Wyllys sendiri merupakan seorang pengacara yang membela hak-hak kaum gay, menolak diskriminasi terhadap agama, serta melawan tindak kekerasan terhadap perempuan selama dua masa jabatannya di Kongres. (*)

BERITA REKOMENDASI