Anwar Ibrahim Minta Warga Pilih Mahathir

Editor: Ivan Aditya

MALAYSIA, KRJOGJA.com – Pemimpin oposisi yang tengah menjalani hukuman penjara, Anwar Ibrahim, mendorong pemilih Malaysia untuk memilih mantan musuh politiknya, Mahathir Mohamad. Pernyataan itu disampaikan kurang dari 24 jam sebelum pemilihan umum dimulai di negara tersebut.

Perdana Menteri Najib Razak beserta koalisi Barisan Nasional (BN) yang telah menguasai Malaysia selama lebih dari enam dekade dihadapkan dengan duet Anwar dan Mahathir yang menyatukan suara untuk mengakhiri kekuasaan pemimpin negara terjerat skandal itu.

Aliansi Najib dihadapkan risiko yang jauh lebih besar ketimbang pemilu sebelumnya, dan sejumlah analis memperingatkan performa buruk bisa memicu revolusi internal melawan lelaki berusia 64 tahun tersebut. "Saya mendorong Anda sekalian untuk bergabung dengan gerakan masyarakat untuk menuntut perubahan," kata Anwar.

Meski masih menjalani masa hukuman penjara, Anwar selama bulan ini dirawat di rumah sakit. Ia mendekam di balik jeruji pada 2015 karena karena dinyatakan terbukti bersalah melakukan sodomi, sementara para pendukungnya menyebut kasus itu berlatar belakang politik.

Anwar pertama kali dipenjara setelah Mahathir memecatnya dari jabatan wakil perdana menteri pada 1998 silam. Dia kemudian memulai gerakan reformasi, bertujuan untuk mengakhiri pemerintahan berbasis ras dan patronase BN. Namun, langkah Anwar dijegal kasus sodomi dan penjara yang selama ini terus ia bantah meski sudah mendekam di penjara.

Kedua pemimpin meninggalkan perselisihannya pada 2016 dan sepakat menggabungkan barisan untuk melengserkan Najib. (*)

BERITA REKOMENDASI