Arab Minta Trump Tak Larang Impor Minyak

Editor: Ivan Aditya

ARAB (KRjogja.com) – Menteri Energi Arab Sahdi Khalid al-Falih pekan ini memperingatkan bahwa melarang produk minyak yang berasal dari negaranya dapat berakibat buruk.

"Di dalam hatinya, presiden terpilih Trump akan melihat manfaat-manfaat dan saya pikir industri minyak juga akan memberikan saran kepadanya bahwa memblokir perdagangan produk apapun adalah langkah yang tidak sehat,” ujar Al-Falih.

Menurut dia, energi adalah denyut nadi perekonomian global. Al-Falih pun menegaskan bahwa AS lebih menerima banyak manfaat dari perdagangan bebas global dibandingkan negara manapun di dunia.

Jason Bordoff, profesor dari Columbia University dan mantan penasihat energi Presiden Barack Obama menyatakan bukan hal yang bijak bila melarang impor minyak dari negara tertentu ke AS dalam pasar minyak dunia yang terintegrasi.

Bordoff pun memperingatkan bahwa melarang impor dari negara tertentu berisiko mengganggu hubungan diplomatik dan perdagangan.

Selain itu, risiko lain adalah menghancurkan komitmen AS yang sudah lama dijunjung tinggi terkait pasar energi yang bebas dan terbuka. Meski AS kini sedang berlimpahan produksi minyak serpih, tetap saja Negeri Paman Sam mengimpor berton-ton minyak mentah dari OPEC untuk mendorong ekonominya yang masih. (*)

BERITA REKOMENDASI