Arab Saudi Tak Akui Jerusalem Ibukota Israel

Editor: Ivan Aditya

ARAB, KRJOGJA.com – Warga Arab Saudi dan Muslim di Timur Tengah meradang dengan langkah Presiden Donald Trump yang dalam waktu dekat akan segera mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel. Menurut mereka, langkah Trump tersebut hanya akan membakar perasaan Muslim di seluruh dunia dan membawa kekacauan dan ketidakstabilan lebih lanjut ke wilayah tersebut.

Kecaman keras atas langkah Trump tersebut datang dari berbagai negara Timur Tengah, mulai dari Iran sampai Turki dan juga Suriah yang sedang dicabik perang, juga ikut memprotes kebijakan Trump tersebut. Otoritas ketiga negara tersebut mengatakan bahwa kebijakan baru AS tersebut berisiko memicu demonstrasi dan kekerasan.

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mengecam pengakuan Trump terhadap Jerusalem sebagai ibu kota Israel sementara di Suriah, sebuah pernyataan Kementerian Luar Negeri mengatakan pengumuman tersebut merupakan "langkah berbahaya" yang akan memicu konflik global.

Ini menggambarkan langkah Trump  sebagai "puncak dari kejahatan penangkapan Palestina dan pemindahan rakyat Palestina" dan mendesak negara-negara Arab untuk menghentikan normalisasi hubungan dengan Israel.

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan bahwa "seluruh dunia menentang" langkah Presiden Donald Trump dan berpendapat bahwa memindahkan kedutaan ke Jerusalem akan menjadi "kesalahan besar." (*)

BERITA REKOMENDASI