Armenia Gunakan Rudal Buatan Rusia Hantam Azerbaijan

Editor: Ivan Aditya

ARMENIA, KRJOGJA.com – Konflik antara Armenia dan Azerbaijan memanas setelah pertempuran yang menewaskan puluhan tentara dan warga sipil tewas di wilayah sengketa Nargono-Karabakh.

Dalam konflik ini, tentara Armenia menggunakan peluru kendali buatan Rusia yang bernama Iskander. Rudal Iskander atau SS-26 Stone ini diproduksi dan juga digunakan oleh tentara Rusia.

Ada dua versi rudal, yaitu Iskander-M dan Iskander-E. Rudal Iskander-E tidak digunakan oleh Rusia, namun diekspor ke luar negeri.

Iskander-M dioperasikan oleh Angkatan Darat Rusia sejak tahun 2006. Rudal memiliki jangkauan 400 hingga 500 kilometer dan memiliki sistem panduan serta optik.

Rudal mampu membawa hulu ledak hingga 700 kilogram dengan menggunakan kendaraan maneuverable re-entry vehicle (MaRV). Hulu ledak konvensional yang dapat dilengkapi oleh Iskander termasuk hulu ledak cluster, bahan peledak bahan bakar udara, penghancur bunker, dan hulu ledak electromagnetic pulse (EMP).

Varian Iskander-E memiliki jangkauan 280 km dan kapasitas hulu ledak 480 kg. Iskander-E telah diekspor ke negara-negara seperti Suriah.

Pada 2016, Armenia menjadi pembeli pertama Iskander-E dan memamerkannya pada akhir tahun itu Aljazair kemudian membeli 4 resimen Iskander-E, dengan total 48 TEL dan 120 kendaraan pendukung. (*)

BERITA REKOMENDASI