ARSA Bantah Tudingan Lakukan Pembantaian

Editor: Ivan Aditya

MYANMAR, KRJOGJA.com – Kelompok bersenjata Pasukan Penyelamat Rohingya Arakan (ARSA) membantah tudingan pemerintah Myanmar terkait pembunuhan massal di Rakhine. Tuduhan itu muncul setelah tentara Myanmar menemukan kuburan massal yang diduga berisi sekitar 100 jasad warga Hindu di Rakhine, pekan lalu.

Dalam pernyataan resmi perdananya itu, ARSA juga membantah kelompoknya memicu krisis kemanusiaan yang diperkirakan telah menewaskan 1.000 orang sejak akhir Agustus lalu. "ARSA secara mentah membantah bahwa anggota kami melakukan pembunuhan, kekerasan seksual, atau rekrutmen paksa di Rakhine pada 25 Agustus lalu," kata kelompok bersenjata itu.

Mereka meminta tentara berhenti menjadikan kelompoknya sebagai kambing hitam kekerasan dan mendesak pemerintah membuka akses penyelidikan terhadap dugaan pelanggaran HAM di Rakhine.

Selama ini, pemerintah Myanmar menuding ARSA sebagai dalang di balik kekerasan dan krisis kemanusiaan yang terjadi di Rakhine sejak akhir Agustus lalu. Serangan kelompok bersenjata terhadap sejumlah pos polisi pada 25 Agustus lalu di Rakhine dijadikan alasan militer untuk melakukan operasi pembersihan di wilayah itu. (*)

BERITA REKOMENDASI