AS Tegaskan Lagi Komitmen pada Indonesia, ASEAN dan Indo-Pasifik

JAKARTA, KRJOGJA.com – Amerika Serikat menggarisbawahi komitmennya terhadap ASEAN dan kawasan Indo-Pasifik secara luas. Seruan komitmen itu datang menyusul terpaan kritik yang dihadapi oleh Negeri Paman Sam setelah Presiden Donald Trump kembali absen dalam pertemuan rutin KTT multilateral negara-negara Asia Tenggara dan para mitranya di Bangkok awal pekan ini.

AS, yang juga menghadiri Forum Bisnis Indo-Pasifik pada sela-sela KTT ASEAN di Bangkok, menyoroti serangkaian penawaran komersial dan inisiatif baru, di Indo-Pasifik, ASEAN, dan juga, Indonesia.

Komitmen mereka juga ditandai dengan lawatan bilateral Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross ke Vietnam dan Indonesia selepas menghadiri KTT ASEAN.

"Sejak Juli 2018, Kementerian Perdagangan telah membantu lebih dari 9.000 perusahaan AS untuk melakukan bisnis di kawasan Indo-Pasifik dan memfasilitasi lebih dari US$ 7,65 miliar ekspor AS, dengan US$ 3,1 miliar untuk tender pemerintah dimenangkan oleh perusahaan-perusahaan AS," bunyi pernyataan yang diterima dari US Department of State, Rabu (6/11/2019).

"Kementerian Perdagangan AS juga membantu lebih dari 2.500 perusahaan Indo-Pasifik yang ingin berinvestasi di Amerika Serikat, memfasilitasi US$ 18 miliar investasi ke dalam ke Amerika Serikat dari Indo-Pasifik."

"Pusat Advokasi Kementerian Perdagangan AS, yang difokuskan untuk mendukung eksportir AS yang mengejar proyek sektor publik, saat ini memiliki 412 transaksi aktif di Indo-Pasifik senilai sekitar US$ 631 miliar, dengan sekitar $ 491 miliar pada ekspor potensial AS."

AS juga berkolaborasi dengan negara-negara lain di ASEAN dan Indo-Pasifik untuk membangun Blue Dot Network, platform multi-sektor yang akan memberikan sertifikasi persetujuan yang diakui secara global untuk proyek-proyek infrastruktur berkualitas tinggi.

Soal Indonesia, pernyatan itu mengatakan, "Satelit 'Kacific' Boeing akan diluncurkan pada 15 Desember 2019 dan menyediakan akses broadband berkualitas tinggi dan murah di negara-negara Indonesia, Filipina, dan Pulau Pasifik untuk memungkinkan daerah-daerah terpencil di sana terhubung dan berpartisipasi dalam dunia digital."

"Sejak dimulainya pemerintah Trump, Kementerian Luar Negeri dan Badan Pembangunan Internasional AS (USAID) telah memberi kawasan itu bantuan luar negeri lebih dari US$ 4,5 miliar. Millennium Challenge Corporation (MCC) AS juga aktif di kawasan. Juni lalu, MCC memberikan kesepakatan senilai US$ 350 juta dengan Mongolia dan, pada April, menyelesaikan perjanjian senilai US$ 480 juta dengan Sri Lanka."

"Selain itu, MCC saat ini sedang mengembangkan perjanjian dengan Timor-Leste, dan Indonesia; dan telah memulai Program Ambang Batas dengan Kepulauan Solomon untuk menganalisis hambatan terhadap pertumbuhan ekonominya."

Program Energi AS juga telah memobilisasi US$ 1,5 miliar dalam investasi publik dan swasta di 11 proyek energi terbarukan di Indonesia, tambah pernyataan tertulis Mendag AS Wilbur Ross yang dipublikasikan oleh Kemlu AS pada Rabu 6 November.

"Kemitraan Kota-Kota Pintar AS-ASEAN, yang diumumkan oleh Wakil Presiden Pence di Singapura pada 2018, memacu investasi Amerika dalam infrastruktur digital kawasan ini."

"Korporasi Keuangan Pembangunan Internasional AS – yang dibentuk oleh BUILD Act 2018, juga memiliki US$ 60 miliar dalam pembiayaan pembangunan untuk menarik investasi sektor swasta di pasar negara berkembang," lanjut pernyataan itu.(*)

BERITA REKOMENDASI