‘Astuti’ Penolong Jemaah Haji Indonesia

MEKAH (KRjogja.com) – Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, menjajal kendaraan operasional Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH). Armada itu berupa motor bebek, Astrea keluaran tahun 1973.

Motor ini lebih dikenal dengan sebutan Astrea Tujuh Tiga atau disingkat Astuti. Umurnya motor Honda ini memang sudah tua. Sudah tak diproduksi lagi oleh pabrikan asal Jepang itu.

Namun, motor tersebut terbukti efektif menyokong kinerja PPIH untuk membantu jemaah yang tersesat atau kelelahan.

Dan pada malam pertama saat berada di Mina itu, Lukman Hakim mencoba ketangguhan motor tua ini. Dia ingin memastikan mesin motor bekerja dengan sangat baik.

"Mungkin di Indonesia sudah tidak ada motor tersebut, tetapi di sini sangat bermanfaat karena sangat strategis dalam membantu khususnya jemaah yang tersesat dan kelelahan sehingga bisa dibawa kembali oleh petugas kita yang standby 24 jam di sini," ujar Lukman, dikutip dari kemenag.go.id, Rabu (14/09/2016).

(Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin Menjajal Motor Astuti di Mina)

Melihat usianya motor yang sangat tua, pemerintah selaiknya mengadakan pembaruan moda transportasi tersebut. Tetapi, Lukman mengatakan pembaruan tersebut tergantung izin dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi.

"Kalau melihat efektivitasnya, itu sangat efektif. Karena sepeda motor punya keunggulan bisa masuk dalam area yang sempit dalam radius tertentu, tapi tentu ini harus dengan izin otoritas Saudi," kata Lukman.

"Kalau itu ada persetujuan, tentu akan kita tambah armada kita karena efektivitas itu tadi," ucap Lukman.

Sebelum mencoba motor Astuti, Lukman sempat mengunjungi Klinik Kesehatan Haji Indonesia di Mina. Menurut dia, klinik tersebut cukup padat diisi jemaah haji.

"Saya mengunjungi klinik kesehatan kita yang ada di Mina. Kondisinya penuh, banyak jemaah kita yang lansia kelelahan, dan dehidrasi," kata Lukman.

Meski begitu, dia menilai kepadatan tersebut masih dalam batas wajar. Ini karena jemaah mengunjungi klinik akibat kelelahan setelah menempuh perjalanan dari Arafah menuju Jamarat untuk melontar jumrah.

"Beberapa tadi sudah dengan cepat ditangani tim kesehatan kita, lalu sekarang mereka menunggu beberapa saat untuk recovery kembali," ujar Lukman. (*)

BERITA REKOMENDASI