Australia dan Timor Leste Bahas Batas Maritim

Editor: Ivan Aditya

AMERIKA, KRJOGJA.com – Timor Leste dan Australia menandatangani kesepakatan untuk menyelesaikan sengketa batas maritimnya dan menyepakati pembagian keuntungan dari ladang minyak Greater Sunrise. Kesepakatan itu ditandatangani di Markas Besar PBB di New York.

Dalam kesepakatan tersebut, Timor Leste akan menerima bagian lebih besar daripada Australia, tergantung pada konsep pengembangan hasil dari ladang gas itu. Timor Leste akan menerima 70 persen keuntungan jika gas disalurkan ke negara bekas koloni Portugis itu atau 90 persen jika gas diolah terlebih dahulu di Australia.

Kesepakatan tersebut juga untuk pertama kalinya membangun sebuah batas maritim dengan Australia. Negeri Kanguru ingin batas maritim ditarik sejajar dengan landas kontinennya, namun Timor Leste ingin batas tersebut berada di antara kedua negara dan menjadikan sebagian besar ladang gas Greater Sunrise berada di bawah kendalinya.

"Dengan perjanjian ini kami membuka sebuah babak baru dalam hubungan antara Australia dan Timor Leste," kata Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop.

Ladang gas Greater Sunrise diperkirakan menyimpan sekira 144 miliar meter kubik dan 226 juta barel kondensat, yang diperkirakan bernilai USD40 miliar. Pemerintah Indonesia menyambut baik kesepakatan antara Timor Leste dan Australia yang dicapai melalui jalan ini.Kementerian Luar Negeri menyatakan, Pemerintah Indonesia akan mempelajari secara rinci perjanjian yang ditandatangani kedua negara tetangganya itu. (*)

BERITA REKOMENDASI