Australia Perkuat Pertahanan Cegah Ancaman China

Editor: Ivan Aditya

AUSTRALIA, KRJOGJA.com – Australia memutuskan akan membeli rudal jarak jauh anti-kapal, menyusul meningkatnya ancaman dari kekuatan asing, termasuk China.

Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, pada Rabu (1/7) kemarin menyampaikan soal program pembaruan besar-besaran terhadap strategi pertahanan negara, termasuk pembelian rudal anti-kapal jarak jauh dari Amerika Serikat, untuk melengkapi armada jet tempur Boeing F/A-18E/F Super Hornets.

Australia juga berencana membeli rudal jarak jauh yang dapat diluncurkan dari darat, termasuk rudal hipersonik yang bisa menempuh lima kali kecepatan suara.

Morrison mengatakan perbaikan pertahanan dan kemampuan serang dilakukan untuk mempertahankan Australia dan sekutunya melawan sejumlah ancaman, dan fokus terhadap perlindungan diri dan sekutu di wilayah Indo-Pasifik.

Korea Utara dan China dalam beberapa tahun terakhir giat mengembangkan rudal balistik jarak jauh, yang dapat menempuh jarak lebih dari 5.500 kilometer.

Dalam pidatonya di Akademi Angkatan Pertahanan Australia di Canberra, Morrison mengatakan Australia ‘harus menghadapi kenyataan bahwa negaranya telah pindah ke era strategis baru dan kurang ramah’. Dia menambahkan, meningkatnya ketegangan di kawasan itu membuat Australia harus mampu menahan pasukan musuh dari jarak yang lebih jauh.

“Ini termasuk mengembangkan kemampuan di bidang-bidang seperti senjata serangan jarak jauh, kemampuan dunia maya, dan sistem pengamanan wilayah,” kata Morrison.

Strategi pertahanan satu dasawarsa pemerintahan Morrison juga membuka peluang mendapatkan persenjataan mutakhir, termasuk senjata energi terarah dan kendaraan peluncur hipersonik. (*)

BERITA REKOMENDASI