Australia Puji Intelijen Indonesia

Editor: Ivan Aditya

AUSTRALIA (KRjogja.com) – Direktur Jenderal Australian Secret Intelligence Service (ASIS), Nick Warner, waswas terhadap bahaya kelompok ISIS di Asia Tenggara. Bos mata-mata Australia ini memuji intelijen Indonesia dan negara Asia Tenggara lainnya yang sigap mengatasi aksi ekstremisme yang mengatasnamakan ISIS.

Warner mengatakan, intelijen Australia perlu melakukan perbaikan teknologi dan cara dalam melatih agen-agennya guna mengatasi lonjakan ekstremisme kelompok Islamic State atau ISIS di Asia Tenggara. Komentar itu disampaikan Warner di Washington DC pekan lalu. Dia setuju dengan penilaian Perdana Menteri Australia, Malcolm Turnbull, bahwa ISIS semakin berkurang di Irak dan Suriah.

Namun, dia khawatir berkurangnya ISIS di Irak dan Suriah justru tumbuh di Asia Tenggara dan jadi ancaman serius terhadap keamanan Australia. “Tahun ini ada empat (serangan) skala kecil dan serangan teroris yang cukup putus asa. Tapi kemauan ada, ideologi ada,” katanya.

Menurutnya, wilayah yang paling rentan adalah Filipina selatan. ”Saya tidak ragu bahwa dalam waktu Mosul akan dibebaskan, dalam waktu dekat Raqqa akan dibebaskan, dan dalam waktu dekat kekhalifahan (ISIS) akan runtuh dengan sendirinya,” kata Warner dalam sebuah diskusi panel di George Washington University.

Warner melanjutkan, ISIS sudah memiliki afiliasi di Filipina selatan. ”Dan lihat itu melalui sumber-sumber terbuka, melalui media sosial, mereka tampaknya akan mencentang semua kotak untuk menyebabkan proklamasi cabang atau provinsi ISIS di Filipina selatan,” kata Warner. (*)

BERITA REKOMENDASI