Australia Tutup Pusat Detensi Nauru

Editor: Ivan Aditya

PORT MORESBY (KRjogja.com) – Pemerintah Australia mengatakan akan segera menutup pusat detensi Pulau Nauru di Papua New Guinea (PNG) yang selama ini menjadi penampungan migran illegal yang ingin menetap di Australia. Hal itu diungkapkan Menteri Imigrasi Peter Dutton dalam pertemuannya dengan Perdaan Mneteri PNG Peter O’Neill di Port Moresby.

Dalam pengumumannya tersebut, Dutton tak menjelaskan apa yang akan dilakukan otoritas Australia terhadap 854 migran yang masih berada di sana. Yang jelas Dutton mengungkapkan, tak akan ada seorangpun dari migrran illegal tersebut akan ditempatkan di Australia.

"Saya dan rekan saya di PNG sudah sepakat tak akan ada migran dan pencari suaka di Nauru yang akan dipindahkan ke Australia," ujar Dutton.

Hal senada juga diungkapkan PM PNG terkait penutupan pusat detensi kontroversial tersebut. "Baik Papua New Guinea and Australia sudah sepakat akan segera menutup pusat detensi tersebut," ujar Perdana Menteri O’Neill yang tak menyebutkan kapan pastinya itu akan ditutup.

Penutupan pusat detensi Nauru dilakukan tak lama setelah The Guardian mempublikasikan lebih dari 2.000 bocoran dokumen yang menguak praktik penyiksaan dan trauma di antara anak-anak dan perempuan di pusat tahanan di Kepulauan Pasifik tersebut. Bocoran dokumen The Guardian Australia itu mengungkapkan bahwa kekerasan biasa terjadi di tempat tersebut. Akibatnya, banyak anak di kamp pengungsian di negara terkecil di dunia tersebut mengalami luka dan trauma. (*)

BERITA REKOMENDASI