Baik dan Buruk Tenaga Kerja Asing untuk Indonesia Jadi Perbincangan Diaspora di Manila

FILIPINA, KRJOGJA.com – Indonesian Diaspora Network (IDN) Manila kembali menggelar sebuah forum Diaspora Berbagi yang diselenggarakan pada Sabtu, 12 Mei 2018.

Bertempat di Bonifacio Global City, Taguig, Metro Manila, acara yang mengusung topik berjudul 'Baik-buruk Tenaga Kerja Asing untuk Indonesia' itu dihadiri oleh 30 orang.

Sebagaimana dikutip dari siaran pers pada Selasa (15/5/2018), topik di atas sengaja diangkat sebagai respons terhadap pro-kontra yang menyertai keluarnya Perpres No. 20/2018, tentang Penggunaan Jasa Tenaga Kerja Asing.

Menurut Trini Sualang dari KBRI di Manila, keluarnya Perpres No. 20/2018 adalah upaya pemerintah Indonesia dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan perluasan kesempatan kerja, khususnya melalui penanaman modal asing (PMA).

Untuk menarik PMA, perlu diatur lebih lanjut proses perizinan penggunaan TKA yang lebih sederhana dan cepat.

Sebagai perbandingan, menurut Trini, pengurusan ijin tenaga kerja asing di Thailand membutuhkan waktu 7 hari, di Singapura 3-5 minggu, sementara di Indonesia memakan 2-3 bulan.

Dengan adanya Perpres ini, diharapkan waktu pengurusan izin tenaga kerja asing bisa dipersingkat. (*)

 

BERITA REKOMENDASI