Bantu Trump jadi Presiden, Pendiri Twitter Minta Maaf

Editor: Ivan Aditya

AMERIKA, KRJOGJA.com – Salah satu pendiri Twitter, Evan Williams, secara terbuka meminta maaf atas peran platform media sosial buatannya yang mungkin banyak membantu Donald Trump memenangkan pemilihan presiden Amerika Serikat pada November lalu.

"Ini sangat buruk, peran Twitter (membantu Donald Trump). Jika memang benar Donald Trump bisa menjadi presiden dengan peran Twitter, maka saya minta maaf," kata Williams.

Komentar itu dilontarkan Williams ketika diminta menanggapi pernyataan Trump pada Maret lalu yang menganggap Twitter telah banyak membantunya untuk bisa berada di Gedung Putih.

Trump memiliki sekitar 30 juta pengikut di akun Twitter pribadinya. Konglomerat itu memang dikenal sebagai pengguna aktif Twitter jauh sebelum pencalonannya di pemilu 2016 dan hingga kini sebagai presiden AS ke-45.

Meski tak sedikit pengguna yang mengkritik Trump, Twitter kerap digunakan secara ekstensif oleh para pendukungnya untuk membela orang nomor satu Amerika itu dengan membantu menjelek-jelekan rivalnya dari Partai Demokrat, Hilary Clinton. (*)

BERITA REKOMENDASI