Barang Peninggalan Jemaah Haji untuk Donasi

Editor: Ivan Aditya

MADINAH, KRJOGJA.com – Kebiasaan jemaah haji meninggalkan sejumlah barang di pondokan atau hotel saat berpindah tempat masih terjadi hingga musim haji 1440H ini. Mereka tidak membawa serta beberapa barang yang dirasa akan merepotkan atau memberatkan, seperti ketika berpindah dari Madinah ke Makkah.

"Hal itu (jemaah meninggalkang barang-red) sudah terjadi sejak dulu. Mereka biasanya meninggalkan begitu saja barang yang dirasa memberatkan atau tidak dipakai di kamar," ucap Kepala Sektor 5 Madinah, Khalilurrahman kepada Tim MCH 2019, Jumat (26/07/2019) sore.

Menurut Khalil, saat jemaah gelombang I yang mendarat di Madinah didorong ke Makkah, petugas menemukan beberapa barang yang sengaja ditinggalkan jemaah di kamar. Alat elektronik semisal rice cooker, magiccom hingga makanan seperti kurma, roti maupun buah-buahan ditemukan di kamar jemaah yang sudah bergeser menuju Makkah.

"Khususnya untuk jemaah gelombang II yang akan datang dari Makkah setelah puncak haji, kami ingin membuat semacam donasi. Jika memang ada barang yang akan ditinggalkan, sebaiknya dikumpulkan yang nanti bisa dikoordinir ketua kloter," lanjut Khalil.

Namun begitu jemaah juga diminta membuat semacam surat kehalalalan untuk barang tersebut agar dapat dimanfaatkan pihak lain. Seperti halnya jika makanan, bisa langsung dikonsumsi tanpa ada kekhawatiran.

"Sebaiknya dikumpulkan dalam satu kamar dan dikunci. Jika mau berangkat, kuncinya tinggal diserahkan pada kami. Memudahkan juga dalam petugas untuk mengoordinasikan," ucap Khalil.

Dipaparkan lebih lanjut, barang elektronik dan makanan menjadi jenis barang yang banyak ditinggalkan. Untuk barang elektronik seperti rice cooker dan lainnya umumnya dibeli di Saudi. Jemaah kadang ingin memasak sendiri, misalnya saja jika ada yang tidak bisa mengonsumsi makanan dari katering.

Tapi ketika akan pulang atau berpindah, barang-barang tersebut sulit dibawa. Selain itu juga biasanya alat elektronik Saudi memiliki voltase yang lebih tinggi sehingga kurang cocok jika dipakai di Indonesia.

"Untuk makanan biasanya sengaja ditinggal jemaah, seperti kurma, kopi, saos, kecap, gula, hingga buah-buahan. Ada juga baju, sandal, sarung, topi hingga ikat pinggang," sambungnya.

Untuk program donasi yang sedang dirancang, barang-barang berbentuk makanan bisa disedekahkan untuk jemaah haji negara lain yang memang membutuhkan. Misalnya saja diberikan kepada jemaah Nigeria, Etiopia, Pakistan, India yang tidak mampu. Mereka biasanya makan seadanya selama di tanah suci.

Sementara untuk barang elektronik, bisa diberikan kepada warga Indonesia yang bekerja di Arab Saudi. (Feb)

BERITA REKOMENDASI