Baru Menjabat Biden Sudah Banyak Buat Keppres

Editor: Ivan Aditya

AMERIKA, KRJOGJA.com – Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, dikritik kelompok oposisi Partai Republik karena dinilai terlampau banyak menerbitkan keputusan presiden di masa awal jabatan. Kritik terhadap Biden disampaikan oleh ketua fraksi Republik di Senat AS, Mitch McConnell.

McConnell mengatakan Biden terlalu banyak menerbitkan keppres sebagai tumpuan kebijakan pemerintahan. Padahal, menurut McConnell, dalam kampanye pemilihan presiden tahun lalu, Partai Demokrat yang mendukung Biden berjanji akan menjadi pemimpin yang membangun proses pengambilan keputusan bersama (konsensus).

Menurut McConnell, sejak dilantik Biden sudah meneken 30 keppres. Dia membandingkan dengan cara di era Presiden Donald Trump, yang menggunakan keppres sebagai jalan keluar alternatif ketika usulan yang diajukan pemerintah terkait anggaran atau undang-undang ditolak.

Contohnya ketika Dewan Perwakilan menolak usulan mengucurkan anggaran bantuan sosial pandemi Covid-19 kepada penduduk AS, Trump lantas menerbitkan keppres yang memerintahkan menunda pembayaran pajak bagi penduduk AS yang berpenghasilan kurang dari US$100 ribu (sekitar Rp1.4 miliar) per tahun, menunda tagihan pinjaman mahasiswa, menghentikan sementara memindahkan penduduk yang tidak bisa membayar sewa atau kredit tempat tinggal.

“Sejak Demokrat tidak melakukan sabotase kesepakatan di belakang dengan tuntutan yang absurd, saya memilih mendukung kebijakan masa Trump yang mencari jalan lain untuk membantu memberikan hal-hal yang dibutuhkan penduduk,” kata McConnell.

Menanggapi hal itu, Biden beralasan penerbitan sejumlah keppres itu dilakukan untuk memperbaiki kerusakan yang dibuat saat masa pemerintahan Trump. (*)

BERITA REKOMENDASI