Belajar Sejarah Khat Alquran di Madinah

Editor: KRjogja/Gus

MADINAH, KRJOGJA.com – Ingin mengenal khat Arab atau gaya penulisan kaligrafi dari masa ke masa? Mengunjungi Dar Al Qalam Lil Khat Al Arabi di Madinah yang hanya berjarak beberapa ratus meter dari Masjid Nabawi menjadi salah satu solusi terbaik. Dikelola Kementrian Pendidikan Kerajaan Saudi Arabia, tempat tersebut menjadi pusat khat Arab, aksara-aksara Arab dari waktu ke waktu.

"Tempat itu menampilkan dan memamerkan tentang sejarah aksara-aksara Arab, kaligrafi-kalirafi Arab yang pernah ada berikut tokoh-tokohnya," tutur Staf Ahli Bidang Manajemen Komunikasi dan Informasi Kemnag RI Prof Oman Fathurrahman saat bersama Tim MCH 2019 mengunjungi tempat tersebut, Minggu (1/9).

Menurut Oman dalam sejarah perkembangan Islam, Alquran yang pertama kali di masa Nabi Muhammad SAW dan di masa para sahabat ditulis dengan khat Hijazi. Sedang khat Hijazi hanya diperuntukkan bagi orang-orang Arab saja. Kemudian Alquran berkembang ke wilayah yang azami yang bukan Arab, sehingga khat dilengkapi dengan syakal, titik dan seterusnya.

"Tapi yang penting khat-khat itu dari Hijazi kemudian berkembang ke Naskhi, Tsulusi, Diwani, Riq'i dan seterusnya merupakan pengetahuan yang penting diketahui. Dan di tempat ini kita bisa melihat beberapa jenis khat berikut kalamnya. Contoh kalam seperti yang kita lihat di sini dipergunakan untuk menulis Alquran," jelasnya.

Dijelaskan Prof Oman lebih lanjut, dalam sejarah kodifikasi Alquran, mushaf paling paling tua diketahui ditulis di atas perkamen kulit kambing yang berasal dari zaman Nabi Muhammad SAW sekitar tahun 658-645M berdasar hasil penelitian. Sejumlah mushaf tersebut saat ini tersimpan di beberapa negara Eropa.

"Tapi kita bisa tahu bahwa khat yang digunakan di dalam mushaf tertua di masa sahabat itu yang kulit kambingnya berasal dari masa Nabi Muhammad SAW itu menggunakan khat Hijazi. Terdiri dari penggalan Surat Al Kahfi, Surat Maryam hingga Surat Toha. Sebab itu
perlu sekali merawat khazanah termasuk mushaf-mushaf Alquran ini untuk pengetahuan bersama tentang sejarah kodifikasi Alquran," ucap Oman. (Feb)

 

 

BERITA REKOMENDASI