Belum Selesai Berseteru dengan China, Amerika Bersitegang Hadapi Rusia

Editor: Ivan Aditya

AMERIKA, KRJOGJA.com – Belum selesai berkonflik dengan China, Amerika kini malah terlibat ketegangan dengan Rusia. Kali ini Libya menjadi lokasi memanaskan mesin perang kedua negara penguasa blok barat dan timur tersebut. Rusia yang mengerahkan 14 pesawat tempur ke negara Afrika Utara itu dibalas dengan rencana menempatkan pasukan Amerika di Tunisia yang berbatasan langsung dengan Libya.

Seperti diketahui, Rusia dan Mesir serta Uni Emirat Arab mendukung kelompok pemberontak Tentara Nasional Libya (LNA) pimpinan Marsekal Khalifa Haftar. Sedangkan Amerika khawatir jika Rusia dominan di Libya maka akan menjadikan negara itu lokasi penempatan rudal yang sewaktu-waktu bisa diluncurkan menghantam Eropa yang merupakan sekutu Paman Sam.

“Jika Rusia mengamankan posisi permanen di Libya dan lebih buruk lagi menyebarkan sistem rudal jarak jauh. Itu akan menjadi pengubah permainan bagi Eropa, NATO dan banyak negara Barat,” kata Wakil Direktur Direktorat Intelijen Komando Afrika Amerika, Brigadir Jenderal Gregory Hadfield.

Pentagon melaporkan, Rusia mengirimkan pesawat tempur 14 MiG 29 dan Su-24 ke pangkalan udara Tentara Nasional Libya di Distrik Jufra pada Rabu (27/05/2020) lalu. Namun, hal itu disanggah oleh pihak Libya dan anggota parlemen Rusia.

Sementara dengan China, Amerika juga terlibat perselisihan yang membuat dua negara besar ini saling unjuk kekuatan militer. Permasalah sengaja dilontarkan Trump kepada Beijing untuk menyudutkan negeri Tirai Bambu itu.

BERITA REKOMENDASI