Biaya Visa Progressif Umrah dan Haji Dikurangi

JEDDAH, KRJOGJA.com- Kebijakan baru terkait biaya visa progressif dikeluarkan Pemerintah Arab Saudi. Hanya saja kebijakan itu terkait pengurangan biaya visa progressif, bukan pembatalan.

Hal tersebut ditegaskan Konsul Haji Kantor Urusan Haji (KUH) KJRI di Jeddah Endang Djumali, Senin (9/9). Seperti diketahui, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi memberlakukan visa progressif bagi jemaah umrah sejak 2016. Kebijakan tersebut memungkinkan ada biaya tambahan yang harus dibayar jemaah yang  akan berumrah untuk kedua kalinya atau lebih di tahun yang sama.

Sementara untuk haji, visa progressif diberlakukan bagi jemaah yang sudah pernah berhaji dan ingin  menunaikannya kembali. Untuk visa progressif haji sendiri baru diberlakukan sejak  2018. Biaya visa yang ditetapkan saat itu sebesar 2.000 SAR atau setara Rp 7,6 juta.

"Kementerian Haji Arab Saudi telah mengajukan peninjuan ulang atas kebijakan ini, bukan pembatalan. Kami sudah berkomunikasi dengan sejumlah pihak, yaitu Sekretaris  pribadi Menteri Haji Arab Saudi Majid al Moumeni, penanggungjawab E-Hajj Mr Farid Mandar dan Humas Kementerian Haji dan Umrah Saudi. Keputusan terbaru adalah  pengurangan nominal visa progressif dari 2.000 riyal menjadi 300 riyal bagi mereka  yang mengulangi atau berulangkali umrah," jelas Endang Djumali.

Ditambahkan, untuk visa haji, nominalnya menjadi 300 riyal. Pihaknya menyambut baik kebijakan baru ini. Menurutnya, hal ini akan meringankan jemaah serta selaras dengan visi 2030 Saudi Arabia."Jemaah yang dikenakan visa progresif tersebut didasarkan pada data e-Hajj yang  dikeluarkan Arab Saudi," sebut Endang. (Feb)

BERITA REKOMENDASI