BKKBN -Jepang Turunkan Stunting

Selain itu, target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/ _Sustainable Development Goals_ (TPB/SDGs) adalah menghapuskan semua bentuk kekurangan gizi pada tahun 2030. Sedangkan berdasarkan hasil Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) tahun 2019, saat ini telah terjadi penurunan prevalensi stunting dari 30,8% pada tahun 2018 (Riskesdas 2018) menjadi 27,67% tahun 2019.

Kepala BKKBN, Dr. (H.C), dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) di Jakarta,Kamis (27/5 2021) menjelaskan, “Target penurunan angka stunting di Indonesia pada tahun 2024 di angka 14%, sedangkan Jepang memiliki angka Stunting 7,1% Tahun 2014 (kemkes.go.id, 2020). Untuk itu dalam penaganan stunting, Indonesia diharapkan dapat mengambil best practices dari Jepang yang giat dalam meningkatkan gizi rakyatnya dengan konsumsi ikan dan pola asuh kepada balitanya. Jepang dapat bersaing secara sumber daya manusia dengan negara-negara di Eropa. Selain itu, Jepang dikenal sebagai negara yang mampu mengatasi masalah lansia,” ujarnya.

“Salah satu fokus Program BKKBN adalah membangun ketahanan dan kesejahteraan antar keluarga. Oleh karena itu, BKKBN menjalankan pelaksanaan programnya sesuai dengan pendekatan siklus hidup manusia yang tahapannya adalah mulai dari janin, neonatal, bayi, anak usia sekolah, remaja, dewasa, dan lanjut usia. BKKBN memiliki program khusus yang dibuat untuk setiap tahap siklus hidup.

BERITA REKOMENDASI