Bocah Laki-Laki di Inggris Dilarang Natalan Gara-gara Rambut

MANCHESTER (KRjogja.com) – Nasib malang diterima oleh seorang anak berusia 8 tahun. Anak laki-laki bernama Khai Okojie harus tinggal di kelas di Ellenbrook Community Primary di Salford, Manchester, sementara teman-temannya menyanyikan lagu-lagu pujian di gereja terdekat. Okojie dilarang mengikuti kegiatan tersebut karena potongan rambutnya dianggap terlalu ekstrem.

Sang ibu, Jo, yang merupakan seorang guru di sebuah sekolah dasar di Bury, mengajukan keberatan atas hal yang menimpa putra kesayangannya tersebut. Ia mengatakan bahwa alasan yang membuat anaknya tak bisa ikut kegiatan di gereja sangat kejam.

"Pihak sekolah sama sekali tidak memiliki semangat natal. Ini sangat kejam. Khai telah berlatih menyanyi di rumah dan benar-benar menantikan konser ini. Dia juga senang, karena saya bisa hadir untuk pertama kalinya,” ungkap Jo, dilansir dari Metro, Rabu (20/12/2017).

"Ayahnya, Dasuki, mengajaknya memotong rambutnya pada akhir pekan. Saya tidak berpikir model rambut tersebut ekstrem, itulah yang dikatakan sekolah. Keriting di atas dan pendek di belakang,’ tambah Jo.

Jo juga mengungkapkan bahwa pihak sekolah memanggilnya dan menjelaskan bahwa Okojie tidak dapat mengikuti konser natal tersebut. Ia pun juga menyatakan kepada pihak sekolah bahwa ia sangat menanti-nantikan untuk menyaksikan Okojie di konser natal tersebut dan pelarangan tersebut sungguh tidak adil.

“Teman Khai (Okojie), yang berada di kelas yang sama, memiliki potongan rambut yang sangat mirip, saya rasa ini sangat penting. Sangat kasar jika melarang seorang anak untuk menghadiri sebuah konser Natal karena potongan rambutnya menggelikan. Sekolah tempat saya mengajar jauh lebih mudah melakukan hal seperti ini dan dia tidak akan pernah dilarang,” ujar Jo mengungkapkan kekecewaannya.

"Saya mendapat surat pada Mei saat dia memiliki potongan yang sama dan mengatakan hal itu tidak dapat diterima, tapi itu tujuh bulan yang lalu, dan ayah Khai tidak mengetahui kebijakan sekolah mengenai hal ini," terang Jo.

Melalui situs resmi, pihak sekolah mengatakan bahwa berkenaan dengan potongan rambut dan penampilan, setiap gaya rambut yang menyebabkan masalah kesehatan dan keselamatan tidak akan diizinkan, dan begitu pula dengan aksesori apa pun yang bukan pakaian sekolah formal atau menyebabkan anak menjadi objek untuk dipermalukan atau digoda.

“Potongan rambut yang bertujuan untuk bergaya tidak diperbolehkan, penggunaan gel yang berlebihan untuk anak juga tidak diperbolehkan. Anak-anak tidak boleh memotong rambut mereka dengan gaya yang ekstrem atau terlalu pendek (sekira 1/2 inci atau 1cm),” ungkap pihak sekolah melalui situs resminya.

Pihak sekolah juga menyatakan bahwa semua siswa dan siswi tidak diperkenankan untuk mencukur alis. Rambut gaya militer dan panjang yang tidak rata pun juga tidak diperbolehkan. (*)

BERITA REKOMENDASI