Bolivia Usir Diplomat Meksiko dan Spanyol

Editor: Ivan Aditya

BOLIVIA, KRJOGJA.com – Presiden Interim Bolivia, Jeanine Anez, memutuskan mengusir Duta Besar Meksiko dan dua diplomat Spanyol. Penyebabnya adalah perwakilan kedua negara itu mencoba membawa mantan staf khusus eks presiden Evo Morales, Juan Ramon Quintana yang ditetapkan sebagai buronan keluar dari negara itu. 

Anez menyatakan para diplomat tersebut melanggar kedaulatan serta undang-undang dasar Bolivia. Dia memberikan tenggat selama 72 jam bagi ketiga diplomat itu untuk angkat kaki dari Ibu Kota La Paz.

"Pemerintah yang saya pimpin saat ini memutuskan untuk mendeklarasikan status persona non grata (orang yang tidak diinginkan) terhadap Duta Besar Meksiko untuk Bolivia, Maria Teresa Mercado, dan pelaksana tugas serta konsul Spanyol, Cristina Borreguero dan Alvaro Fernandez," kata Anez.

Quintana dan sekitar 10 mantan pejabat di era pemerintahan Morales bersembunyi dan meminta suaka di Kedutaan Besar Meksiko sejak 10 November lalu. Pemerintah Bolivia menjerat Quintana dan mantan menteri Wilma Alanoca serta sejumlah orang dekat Morales dengan sangkaan makar dan terorisme.

Pemerintah Bolivia juga menolak mengizinkan seluruh orang dekat Morales untuk keluar dari negara itu. Pada Jumat pekan lalu, dua diplomat Spanyol tersebut dilaporkan mendatangi Kedutaan Besar Meksiko dan berusaha mengeluarkan Quintana. (*)

BERITA REKOMENDASI