Buang Paspor ke Bak Sampah, Sumiati Tertahan di Jeddah

JEDDAH (KRjogja.com) – Jemaah haji Indonesia asal Bengkalis, Riau, Sumiati Lumoh Sarip, tak sengaja membuang paspornya ke bak sampah. Sehingga, kepulangan perempuan 64 tahun yang tergabung dalam kloter 1 Embarkasi Batam (BTH 001) ini harus ditunda.

"Saya lupa, tas kecil saya buang ke tempat sampah, padahal di situ ada paspornya," kata Sumiati sambil terisak, saat ditemui di ruang tunggu Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, sebagaimana dikutip dari laman kemenag.go.id, Senin (19/9/2016).

Tas itu dibuang karena petugas maskapai Garuda Indonesia melarang jemaah membawa bawaan selain satu koper di bagasi dan satu tas tentengan yang dibawa ke kabin pesawat.

Sadar di dalam tas yang dibuang ada paspor, Sumiyati lalu kembali untuk mencarinya. Sayang, tempat sampah sudah dibersihkan petugas sehingga dia tidak menemukannya. " Padahal di tas itu ada sertifikat haji juga. Saya mau ngapain saja deh asal bisa pulang," ujarnya masih terisak.

Menerima laporan Sumiati, Tim Daker Airport Jeddah Madinah segera bergerak. Kepala Daker Airport, Nurul Badruttamam, segera berkoordinasi dengan pihak Konjen RI di Jeddah dan Imigrasi Saudi agar bisa menerbitkan Surat Pengganti Laksana Paspor (SPLP) atas nama Sumiati.

Setelah berkas-beras lengkap, utusan Daker Airport menuju ke KJRI Jeddah untuk memporses SPLP tersebut. Sumiati yang tergabung pada BTH 01 sedianya kan diterbangkan ka Tanah Air pada Sabtu, 17 September pukul 19.00 waktu Arab Saudi (WAS). Namun, karena mendadak, SPLP baru selesai pukul 02.00 WAS, sehingga Sumiati diikutkan pada penerbangan kloter selanjutnya.

" Alhamdulillah berkat kecekatan petugas Daker Airport dibantu pihak KJRI dan imigrasi akhirnya dapat ditertibkan SPLP. Dan jamaah tersebut sekarang sudah diterbangkan dengan Kloter BTH 02 menggunakan pesawat Saudi Airlines dengan nomor penerbangan SV 5710, take off 08.00 WAS hari Minggu, 18 September 2016," kata Nurul Badruttamam.

Sumiati tidak bisa menahan rasa bahagia seketika mendengar dirinya bisa pulang. Tertunda kepulangan tidak menjadi masalah, terpenting dia bisa segera kembali ke Indonesia. " Tidak apa-apa saya terlambat, asal bisa pulang. Sudah kangen sama cucu," ujarnya.

Kepada jemaah haji Indonesia, Nurul, berharap peristiwa yang menimpa Sumiati bisa menjadi pelajaran. Dia mengimbau agar jemaah haji lebih berhati-hati setibanya di bandara, baik Jeddah maupun Madinah. " Paspor yang sudah diterima agar disimpan baik-baik, jangan sampai tertinggal dan jangan sampai hilang," ujar Nurul. (*)

BERITA REKOMENDASI