Buka Perwakilan di Palestina, Komitmen Indonesia Terus Diwujudkan

JAKARTA, KRJOGJA.com – Ketua Prakarsa Persahabatan Indonesia-Palestina, Prof. Dr. Din Syamsudin berharap kedua Calon Presiden Indonesia dapat berkomitmen untuk membuka perwakilan RI di Palestina. Hal itu disampaikan dalam wawancara, bertepatan dengan perayaan 54 Tahun Revolusi Palestina, Rabu 27 Februari 2019.

Ia juga berharap agar pemerintahan Indonesia ke depan berjuang sungguh-sungguh agar Yerussalem dapat menjadi Ibu Kota Palestina.

"Saya sebagai ketua prakarsa persahabatan indonesia – palestina, yang merupakan organisasi lintas agama suku profesi untuk memberikan dukungan bagi rakyat Palestina ingin mengusulkan mendorong mendukung kedua calon presiden untuk menegaskan komitmennya terhadap perjuangan rakyat Palestina. Dan terutama secara sungguh-sungguh membuka perwakilan Republik Indonesia di Palestina. Dan begitu pula secara maksimal berjuang agar Yerussalem di mana ada Masjid Al-Aqsha bisa menjadi Ibu Kota dari negara Palestina."

Yerussalem sendiri, secara sepihak, telah diklaim oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sebagai Ibu Kota Israel pada Rabu, 6 Desember 2017.

Sikap Donald Trump diikuti dengan pemindahan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerussalem. Keputusan itu sempat ditentang berbagai pihak, di antaranya Presiden Prancis Emmanuel Macron, Duta Besar Arab di Washington DC, dan Menteri Luar Negeri Mesir.

Din mengatakan ingin melihat komitmen kedua capres dalam debat selanjutnya yang membahas terkait politik luar negeri.

"Ini sungguh kita dukung, kita dorong, dan dipergunakan pada debat pilpres yang tersisa khususnya dengan tema luar negeri kedua capres, mungkin melalui media seperti ini dapat mendengar saran kami. Ini bukan atas nama saya pribadi namun atas nama Prakarsa Persahabatan Indonesia-Palestina," lanjutnya.

Keberadaan perwakilan RI di Palestina sangat penting. Hal itu mengingat dukungan diplomatik sangat diperlukan untuk perjuangan Palestina mencapai kemerdekaan.

"Yang diperlukan sekarang oleh bangsa Palestina adalah dukungan diplomatik agar mereka dapat segera menjadi negara merdeka berdaulat dan menjadi anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa."(*)

BERITA REKOMENDASI