Capres Amerika Jadikan Isu Israel Komoditas Politik

Editor: Ivan Aditya

AMERIKA, KRJOGJA.com – Calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat Joe Biden mengatakan bahwa ia akan mempertahankan kedutaan besar di Yerusalem jika terpilih.

Padahal, pada 2017 lalu ia tidak setuju dengan keputusan kontroversial Presiden Donald Trump untuk memindahkan kedutaan dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Mantan wakil presiden itu mengatakan kedutaan tidak seharusnya dipindahkan tanpa keputusan yang ada dalam bagian perjanjian damai Timur Tengah antara Israel dan Palestina.

“Tapi sekarang (masalah itu) telah selesai, saya tidak akan memindahkan kedutaan kembali ke Tel Aviv,” kata Biden.

Lokasi kedutaan AS adalah masalah yang hangat dibahas. Status Yerusalem adalah salah satu masalah yang paling diperdebatkan dalam konflik Israel-Palestina.

Israel merebut kendali wilayah timur kota itu pada tahun 1967 dan mengakuinya dalam tindakan yang tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional.

Israel menganggap kota itu sebagai ibu kota yang tidak terbagi, tapi Palestina yakin bahwa wilayah timur telah diduduki secara ilegal dan mereka melihatnya sebagai ibu kota masa depan negara mereka.

Trump meretakkan status quo ketika ia mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan mengumumkan keputusannya untuk memindahkan kedutaan AS ke kota itu pada Desember 2017.

Dia berulang kali berbicara bahwa di sepanjang sejarah, dia adalah presiden AS paling pro-Israel dan telah memangkas bantuan kepada Palestina sambil memberikan konsesi besar kepada Israel. (*)

BERITA REKOMENDASI