Carlos Ghosn Jadi Buron Interpol

Editor: Ivan Aditya

LIBANON, KRJOGJA.com – Kepolisian internasional, Interpol (International Criminal Police Organization), telah resmi mengeluarkan 'red notice' atau permintaan pencarian atas Carlos Ghosn yang melarikan diri dari Jepang. Mantan bos Nissan yang saat ini berada di Libanon itu resmi menjadi buronan Interpol.

Menteri Kehakiman Libanon Albert Serhan menjelaskan kepada Associated Press bahwa negaranya bakal 'melakukan tugasnya' atas peringatan Interpol. Namun dia menjelaskan Ghosn masuk ke Libanon menggunakan paspor legal dan ada kemungkinan tidak akan menyerahkannya ke Jepang.

Keterlibatan Interpol menambah kontroversi Ghosn yang sudah ditahan di Jepang sejak November 2018 karena diduga bermasalah hukum atas perkara kecurangan finansial. Ghosn disebut melarikan diri dari Jepang menggunakan pesawat pribadi, lebih dari satu paspor, dan mengandalkan intrik internasional.

Ghosn diketahui mendarat di Beirut, Libanon pada Minggu (29/12/2019) melalui Turki. Pada Kamis (02/01/2020) Turki menahan tujuh orang yang diduga terlibat dalam pelarian Ghosn, di antaranya pilot, manajer perusahaan kargo, dan pegawai bandara.

Red notice dari interpol bukanlah permintaan mengikat berlandaskan hukum yang memaksa penegak hukum di seluruh dunia untuk menemukan dan menangkap seseorang. Permintaan ini juga bukan surat penangkapan dan tidak mengharuskan Libanon menangkap Ghosn, meski begitu Libanon mesti menentukan sikap atas permintaan Interpol.

Usai berada di Libanon, Ghosn menjelaskan dia keluar Jepang untuk menghindari ketidakadilan hukum dan upaya persekusi. Setelah itu dia bilang mengorganisasikan pelariannya sendirian tanpa keterlibatan keluarganya. (*)

BERITA REKOMENDASI