Cegah Pelecehan Seksual, Korsel Terbitkan Aturan Baru

SEOUL, KRJOGJA.com – Tanda pagar (tagar) #MeToo yang berisi pengakuan korban-korban pelecehan seksual di media sosial, menghebohkan Korea Selatan (Korsel). 

Kasus pelecehan seksual yang cukup besar pun terungkap hingga Gubernur Chungcheong Selatan, Ahn Hee-jung, mengundurkan diri.

Menteri Kesetaraan Gender dan Keluarga Korea Selatan, Chung Hyun-bak, berjanji untuk menerbitkan peraturan yang lebih tegas terhadap untuk kasus pelecehan seksual. 

Undang-undang tersebut diyakini dapat mencegah pelecehan seksual terhadap perempuan.

“Kita semua kaget dan ada kesadaran penuh sekarang bahwa perempuan tidak seharusnya mengalami hal-hal mengerikan semacam itu di masa depan,” tutur Chung Hyun-bak dalam konferensi pers menyambut Hari Perempuan Internasional di Seoul, melansir dari Reuters, Kamis (8/3/2018).

Perempuan berusia 64 tahun itu memuji kampanye #MeToo di media sosial untuk melawan kasus pelecehan seksual yang efektif mengangkat isu itu ke permukaan. Sebab, Korea Selatan diketahui merupakan salah satu negara dengan dominasi laki-laki terbesar.

“Gerakan #MeToo adalah puncak dari kemarahan yang meletus terhadap hubungan yang bias gender serta tidak ada kesetaraan, yang mana, sudah mengakar di masyarakat kita,” imbuh Chung Hyun-bak. (*)

BERITA REKOMENDASI