Charlie Hebdo Tampilkan Karikatur Erdogan Angkat Baju Wanita Berhijab

Editor: Ivan Aditya

PRANCIS, KRJOGJA.com – Charlie Hebdo memajang karikatur cabul Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Majalah mingguan Prancis ini menggambarkan Erdogan memakai kaos dan celana pendek tengah memegang minuman lalu tangan kirinya mengangkat baju wanita berhijab sampai bokongnya terlihat.

Turki menuduh hal itu sebagai tindakan ‘rasis budaya’. Turki bereaksi keras dan menyebut karikatur itu untuk menyebarkan rasisme dan kebencian.

Ulah Charlie Hebdo ini seperti intervensi ketika Erdogan, Presiden Prancis Emmanuel Macron, dan petinggi Eropa lainya perang kata usai pemenggalan kepala guru sekolah Prancis Samuel Paty oleh tersangka Muslim bulan ini.

Paty membahas karikatur Nabi Muhammad SAW saat mengajar di kelas kemudian memicu protes dari sejumlah orang tua murid yang merupakan Muslim. Paty diserang dan dipenggal saat pulang kerja pada 16 Oktober, polisi kemudian menembak mati pelaku.

Macron bersumpah Prancis tetap solid pada tradisi dan hukum sekulernya yang menjamin kebebasan berbicara yang memungkinkan publikasi anti-Muslim seperti dilakukan Charlie Hebdo dapat dilakukan.

Sebelumnya Erdogan menyatakan memboikot barang-barang asal Prancis mengikuti negara-negara Islam lainnya yang protes pada Macron. Pernyataan Macron setelah pembunuhan Paty dinilai menyudutkan Islam.

Cover Erdogan juga menambah aksi Charlie Hebdo setelah pada 1 September menerbitkan kembali kartun Nabi Muhammad meski pada 2015 karya mereka itu sempat memancing serangan yang membunuh 12 orang termasuk beberapa kartunis terkenal di Prancis. (*)

BERITA REKOMENDASI