China Ingin Pulihkan Aliran Listrik di Venezuela

BEIJING, KRJOGJA.com – China pada Rabu menawarkan untuk membantu Venezuela memulihkan kembali jaringan listriknya yang telah padam selama hampir sepekan.  Tawaran itu disampaikan setelah Presiden Venezuela, Nicolas Maduro menuding Pemerintah Amerika Serikat (AS) telah melakukan sabotase siber yang mengakibatkan negara Amerika Latin itu mengalami pemadaman listrik terburuk dalam sejarah.

Padamnya aliran listrik di Venezuela telah memasuki hari keenam, mengakibatkan rumah sakit kesulitan untuk tetap menjalankan peralatan medisnya, makanan di lemari pendingin membusuk dan terminal ekspor minyak negara itu berhenti beroperasi.

Berbicara di Beijing, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lu Kang mengatakan bahwa Beijing telah mencatat laporan bahwa jaringan listrik di Venezuela telah padam karena serangan peretasan.

"China sangat prihatin dengan situasi ini," kata Lu sebagaimana dilansir Reuters, Rabu (13/3/2019).

“China berharap pihak Venezuela dapat menemukan penyebab dari masalah ini secepat mungkin dan melanjutkan pasokan listrik yang normal dan ketertiban sosial. China bersedia memberikan bantuan dan dukungan teknis untuk memulihkan jaringan listrik Venezuela. "

Dia tidak menjelaskan lebih detail mengenai bantuan apa yang akan diberikan.

Pada Selasa, listrik telah kembali hidup di banyak bagian negara itu, termasuk beberapa daerah yang tidak mendapat pasokan listrik sejak Kamis lalu. Tetapi listrik masih padam di beberapa bagian Ibu Kota Caracas dan wilayah barat dekat perbatasan dengan Kolombia.

Menteri Informasi Jorge Rodriguez mengatakan kekuasaan telah dipulihkan di "sebagian besar" negara itu. (*)

BERITA REKOMENDASI