China Mulai Pemulihan Ekonomi

Editor: Ivan Aditya

CHINA, KRJOGJA.com – Aktivitas industri manufaktur di China tumbuh pada laju tercepat dalam hampir satu dekade terakhir. Hal ini menandai momentum pemulihan ekonomi negeri tirai bambu saat negara-negara lain sedang berjuang untuk lolos dari resesi.

Meski demikian, sejumlah analis memperingatkan bahwa cengkeraman pandemi covid-19 di berbagai negara bisa menahan laju pemulihan negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia tersebut.

Survei Caixin/Markit General Manufacturing Purchasing Managers Index (PMI) menunjukkan pesanan-pesanan yang masuk ke pabrik-pabrik di China telah membuat aktivitas manufaktur negeri tersebut meningkat dari 51,2 pada Juni 2020 menjadi 52,8 pada Juli lalu.

Peningkatan tersebut tercatat merupakan yang tercepat sejak Januari 2011. Julian Evans-Pritchard, Ekonom Senior China untuk Capital Economics, menuturkan survei tersebut melampaui perkiraan pasar.

Indeks Caixin China tetap berada di atas level 50, yang memisahkan ekspansi dari kontraksi, dalam tiga bulan berturut-turut. Survei tersebut juga menunjukkan tanda-tanda perbaikan ekonomi China setelah mencatat periode tiga bulan terburuk dalam beberapa dekade.

Sementara, survei PMI resmi China yang dirilis pekan lalu, terutama mencakup bisnis besar dan perusahaan milik negara, menunjukkan ekspansi berturut-turut sektor industri negara tersebut. “Stimulus langkah-langkah di Cina telah membuka jalan untuk periode pertumbuhan,” ujar Evans-Pritchard.

Pada Mei 2020 lalu, China berjanji akan menggelontorkan 3,6 triliun yuan (sekitar US$500 miliar) sebagai langkah-langkah stimulus tambahan, termasuk memungkinkan pemerintah daerah untuk menerbitkan lebih banyak obligasi untuk membangun jaringan 5G, kereta api, dan proyek infrastruktur lainnya. (*)

BERITA REKOMENDASI