China Tuduh Amerika Penyebab Konflik

Editor: Ivan Aditya

CHINA, KRJOGJA.com – Pemerintah China menuduh Amerika Serikat adalah sumber ketidakstabilan di dunia akibat kebijakannya yang proteksionis dan kerap mencampuri urusan dalam negeri negara lain.

Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, menuturkan sejumlah politikus AS kerap menjelek-jelekkan China ke seluruh dunia tanpa fakta atau bukti. Sebagai salah satu negara kuat, Wang menyatakan AS memang seharusnya memikul banyak tanggung jawab.

Akan tetapi, menurut Wang, tanggung jawab AS itu tak jarang merusak hubungan antarnegara dan perdagangan global. Hal itu dikatakan Wang saat bertemu dengan Menlu Belanda, Stef Blok, di Amsterdam pada pekan lalu. "AS telah menjadi sumber ketidakpastian terbesar di dunia," kata Wang.

Dalam pertemuan itu Wang juga menuturkan bahwa perkembangan dan pertumbuhan China tak terhindarkan dan tidak bisa dihentikan oleh kekuatan apa pun. "Tidak ada jalan keluar untuk persaingan zero-sum AS. Hanya kerja sama win-win solution antara China dan AS yang merupakan jalan yang benar," kata Wang.

Pernyataan itu diutarakan Wang menyusul Kongres AS menyepakati Rancangan Undang-Undang (RUU) Hak Asasi Manusia dan Demokrasi Hong Kong. Langkah itu membuat geram China. Beijing mengancam akan membalas Washington jika RUU itu benar-benar disahkan menjadi undang-undang.

"AS telah secara besar-besaran mencampuri urusan dalam negeri China dengan undang-undang domestiknya, berusaha melemahkan prinsip 'satu negara, dua sistem', dan kemakmuran dan stabilitas Hong Kong," tutur Wang.

Jika disahkan menjadi undang-undang, RUU pro-demokrasi Hong Kong bisa menjadi landasan bagi AS untuk menjatuhkan sanksi bagi para pejabat China dan Hong Kong yang diduga melanggar hak asasi manusia. RUU itu juga dapat digunakan sebagai instrumen peninjauan tahunan terkait status perdagangan kepada Hong Kong dari AS. (*)

BERITA REKOMENDASI