Corona Tak Hentikan Tekad Duterte Berantas Narkoba

Editor: Ivan Aditya

FILIPINA, KRJOGJA.com – Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, menyinggung soal kritik atas upaya pemberantasan narkoba, sengketa Laut China Selatan, dan vaksin Covid-19 dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Duterte mempertahankan pendapatnya terkait perang narkoba yang dikecam banyak pihak, terutama kelompok pegiat hak asasi manusia.

“Filipina akan terus melindungi HAM rakyatnya, terutama dari momok obat-obatan terlarang, kriminalitas, dan terorisme,” kata Duterte.

Dia juga mengeluhkan bahwa kelompok tertentu menggunakan alasan HAM untuk memojokkan pemerintahannya. Duterte menyatakan keterbukaan untuk “keterlibatan konstruktif” dengan PBB, tapi hanya jika ada “objektivitas, non-intervensi, non-selektivitas, dan dialog yang tulus”.

Duterte sering mengecam campur tangan internasional terhadap urusan dalam negeri negaranya. Pemerintah Barat dan kelompok HAM melihat kecaman itu sebagai pembenaran dari tindakan Duterte atas perang anti-narkoba.

Kebijakan itu telah menewaskan lebih dari 5.700 orang, yang sebagian besar berasal dari kalangan warga miskin. (*)

BERITA REKOMENDASI