Dalam Sehari 895 Warga Singapura Terserang DBD

Editor: Ivan Aditya

SINGAPURA, KRJOGJA.com – Singapura mencatat 895 orang terinfeksi penyakit demam berdarah (DBD) dalam lima setengah hari. Jumlah kasus DBD tersebut merupakan angka mingguan tertinggi sejak 2013.

Penemuan kasus baru didapati dalam rentang waktu 7 Juni sampai 12 Juni tepat pukul 15.00 waktu setempat. Menurut data Badan Lingkungan Nasional (NEA), jumlah kasus DBD Singapura hingga Jumat (12/06/2020) mencapai 10.732 kasus.

Pada tahun ini, setidaknya ada 12 orang yang dinyatakan meninggal karena demam berdarah. Di antara korban meninggal termasuk lansia berusia 56 sampai 80 tahun. Puncak demam berdarah di Singapura sendiri terjadi pada Juni hingga Oktober.

“Musim puncak demam berdarah tradisional dapat berlangsung selama beberapa bulan, dari Juni hingga Oktober, sehingga tindakan segera harus diambil untuk memutus penularan penyakit,” papar NEA.

Pekan lalu, NEA pun memperingatkan jumlah kasus berpotensi kembali mencetak rekor apabila tidak ada tindakan masif untuk menghindari DBD. Terakhir kali, kasus DBD Singapura bisa menembus 800 kasus pada tahun 2013 dan 2014. Kala itu kasus DBD per minggu bisa mencapai 840 sampai 891 kasus.

Jumlah total kasus DBD Singapura tahun ini diperkirakan bakal melebihi jumlah kasus tahun lalu, 15.998 kasus, maupun 2013, 22.170 kasus. Kasus mingguan pada empat bulan ke belakang tercatat pada angka 300 sampai 400. Meskipun itu sudah termasuk tinggi, pada Mei lalu kasus mingguan terus meningkat sekitar 500 sampai 732 kasus. (*)

BERITA REKOMENDASI