Demi Ritual Adat, Gadis Pubertas Wajib Melepas Keperawanan

Editor: Ivan Aditya

MALAWI, KRJOGJA.com – Di sebuah daerah terpencil di sebelah selatan Malawi ada sebuah tradisi yang cukup unik. Setiap remaja putri yang sudah pubertas diwajibkan untuk berhubungan badan dengan seorang pria bayaran.

Hal ini oleh masyarakat setempat dilakukan sebagai ritual pembersihan. Pria bayaran yang melakukan ritual ini disebut dengan ‘Hyena’.

Ketika remaja putri yang sudah pubertas atau telah mengalami menstruasi pertama kali harus mau melakukan hubungan badan dalam waktu 3 hari secara terus-menerus. Hal ini dilakukan sebagai tanda bahwa mereka telah melewati masa kanak-kanak menuju ke masa sebagai wanita dewasa.

Apabila para gadis remaja tersebut menolak maka konon keluarga dan bahkan desa tersebut akan terkena penyakit atau mengalami nasib sial.

Untungnya praktik dari tradisi pembersihan ini sudah semakin jarang dilakukan. Selain itu beberapa pihak dari luar seperti pihak gereja, pemerintah dan juga NGO melarang adanya hal ini.

Pemerintah telah memulai kampanye melawan praktik-praktik budaya yang merusak. Yang lebih ditakutkan juga dengan adanya tradisi pembersihan kepada gadis remaja putri ternyata sangat berisiko.

Risiko terhadap penyakit menular atau hubungan badan dengan banyak orang bisa mengakibatkan terkena HIV/AIDS. Apalagi ritual hubungan badan dengan Hyena seperti yang dilakukan tidak boleh menggunakan alat pengaman seperti kondom atau alat kontrasepsi lainnya. (*)

BERITA REKOMENDASI