Demo Gedung Capitol Terorganisir

Editor: Ivan Aditya

AMERIKA, KRJOGJA.com – Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menilai para pengunjuk rasa di gedung Capitol awal Januari lalu peduli dengan pilpres AS dan menolak untuk membubarkannya. Hal itu terungkap dalam percakapan telepon antara Trump dan Anggota DPR AS Kevin McCarthy.

McCarthy bersikeras bahwa para perusuh adalah pendukung Trump dan memohon agar mantan presiden ke-45 AS itu untuk membatalkan voting pilpres AS.

McCarthy yang marah memberi tahu Trump bahwa para perusuh masuk ke kantornya melalui jendela dan bertanya kepada Trump, “Menurut Anda, siapa yang Anda ajak bicara?”.

Anggota DPR AS yang berasal dari Partai Republik itu menunjukkan bahwa Trump tidak berniat untuk membubarkan para demonstran dan dianggap melalaikan tugas kepresidenannya.

“Kalimat yang dilontarkannya (Donald Trump) menunjukkan kepada saya bahwa dia tidak peduli atau dia ingin itu (demonstrasi) terjadi dan berjalan baik-baik saja dan ini membuat saya marah,” kata anggota Partai Republik lain, Herrera Beutler. (*)

BERITA REKOMENDASI