Demo Soal Yerusalem , Massa Bakar Bendera Israel dan Robohkan Gerbang Kedubes AS

BEIRUT, KRJOGJA.com – Unjuk rasa besar-besaran yang berlangsung di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Beirut, Lebanon berakhir dengan kerusuhan dan kekerasan. Para pengunjuk rasa membuat huru-hara dan meneriakkan slogan-slogan pro-Palestina menyusul keputusan Washington untuk secara resmi mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Demonstran yang sebagian di antaranya membawa atribut Palestina seperti bendera dan syal melempari petugas keamanan dan membakar ban di jalan di dekat kedutaan. Massa bahkan sukses merobohkan gerbang pagar besi yang mengelilingi kompleks diplomatik tersebut.

Diwartakan RT, Minggu (12/10/2017), para pengunjuk rasa membakar ban, bendera AS dan Israel sambil berusaha menerobos barikade kawat berduri yang dibangun oleh petugas keamanan di sekitar kompleks kedutaan. Gas air mata dan tembakan meriam air tidak mampu membubarkan massa yang marah.

Kedutaan Besar AS di Beirut telah mengantisipasi keadaan ini dan mengeluarkan peringatan pada warga dan stafnya.

“Demonstrasi berpotensi menjadi kekerasan. Kedutaan Besar AS Beirut mengingatkan warga AS akan perlunya berhati-hati dan kesadaran akan keamanan pribadi. Kami mendesak warga AS untuk menghindari semua demonstrasi, " demikian isi peringatan yang diumumkan kedutaan pada Jumat, 8 Desember.

Sejumlah demonstrasi dan unjuk rasa telah digelar di berbagai negara di dunia sejak keputusan pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel diumumkan pada Rabu, 6 Desember. Selain di Beirut, unjuk rasa juga dilaporkan digelar berbagai belahan dunia dari Timur Tengah, Asia sampai Eropa. (*)

BERITA REKOMENDASI