Desakan Mundur PM Malaysia Menguat

Editor: Ivan Aditya

MALAYSIA, KRJOGJA.com – Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin didesak mundur setelah dituduh berkhianat karena dinilai secara sepihak memutuskan pencabutan status darurat Covid-19 tanpa sepengetahuan Raja

Desakan Muhyiddin untuk mundur muncul usai Istana Raja Malaysia menegaskan bahwa Yang di-Pertuan Agong Sultan Abdullah Ahmad Shah tidak pernah memberikan persetujuannya terkait rencana pemerintah mencabut status darurat Covid-19.

Raja bahkan mengutarakan kekecewaannya terhadap keputusan pemerintahan Muhyiddin tersebut. “Itu tidak hanya gagal menghormati prinsip kedaulatan hukum tapi juga meremehkan fungsi dan kewenangan Yang Mulia sebagai kepala negara,” bunyi pernyataan Istana.

Pertanyaan tegas itu dinilai langka lantaran selama ini raja Malaysia tak pernah berbicara keras menentang pemerintah. Setelah pernyataan Raja dirilis, parlemen Malaysia, terutama dari kubu oposisi, meledak hingga menyerukan pengkhianatan dan desakan pengunduran diri terhadap Muhyiddin. (*)

BERITA REKOMENDASI