Dewan Amerika Yakin Trump Salah

Editor: Ivan Aditya

AMERIKA, KRJOGJA.com – Hari ketiga sidang pemakzulan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, hari ini diisi oleh sesi paparan bukti-bukti yang disampaikan Dewan Perwakilan. Mereka memperdengarkan 20 rekaman hasil pemeriksaan dari sejumlah saksi yang diyakini akan memperberat posisi Trump dalam persidangan.

Tim Dewan Perwakilan memutar rekaman dari Duta Besar AS untuk Uni Eropa Gordon Sondland, Diplomat AS di Ukraina Bill Taylor, sampai kutipan wawancara Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Mereka mencoba menghubungkan hasil wawancara tersebut dengan delik yang dituduhkan kepada Trump, yakni penyalahgunaan kekuasaan dan merintangi upaya Kongres.

Dari seluruh paparan bukti tersebut, rekaman Sondland paling sering diputar dan diperdebatkan. Pengakuannya dianggap lebih dari cukup untuk menjelaskan bagaimana Trump terlibat dalam menekan Ukraina dengan menahan bantuan militer, dengan tujuan supaya negara itu mau menuruti kemauannya menyelidiki dugaan korupsi Hunter Biden di perusahaan energi Burisma.

Hunter adalah anak dari bakal calon presiden AS dari Partai Demokrat, Joe Biden. Diduga hal itu dilakukan Trump untuk mencoreng citra Biden sebagai salah satu pesaing politik. 

Menurut Koordinator Tim Pemakzulan dari DPR, Adam Schiff, dia meyakini seluruh bukti yang dipaparkan hari ini lebih dari cukup untuk menarik kesimpulan bahwa presiden melanggar sumpahnya. (*)

 

BERITA REKOMENDASI