Disandera Abu Sayyaf 10 Bulan, 2 WNI Asal Majene Melarikan Diri

MAJENE (KRjogja.com) – Dua warga negara Indonesia (WNI) yang disandera oleh kelompok Abu Sayyaf, berhasil melarikan diri. Keduanya ialah Safaruddin dan Sawal yang berasal dari Desa Tallu Banua, Kecamatan Senda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar).

Kabar lolosnya kedua WNI itu dari penyanderaan kelompok Abu Sayyaf disambut gembira oleh keluarga. Bahkan rumah Safaruddin banyak dikunjungi tetangga dan kerabat. Terlebih mereka disandera kelompok bersenjata Abu Sayyaf di perairan Filipina sejak 19 November 2016 lalu.

Informasi lolosnya Saparuddin dan Sawal ini didapat dari Kementerian Luar Negeri Indonesia. Salah satu keluarga, Saharang, membenarkan hal itu dan mengaku gembira setelah mendapat kabar tersebut.

Sandera asal Majene ini sebenarnya masih dalam otoritas filipina untuk menjalani pemeriksaan kesehatan. Kabar terakhir yang diterima keluarga, keduanya masih berada dalam otoritas Filipina untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.

“Kami berharap Safaruddin dan Sawal segera dipulangkan ke kampung halamannya dan kembali berkumpul bersama keluarga,” kata Saharang, Minggu (10/9/2017).

Sementara Bupati Majene, Fahmi Massiara juga mengaku sudah menerima kabar dari Kementerian Luar Negeri di Jakarta. Selanjutnya untuk proses pemulangan kedua sandera, pihak Pemkab Majene masih menunggu konfirmasi lebih lanjut dari Kementerian Luar Negeri. (*)

BERITA REKOMENDASI