Ditutup Karena Corona, Masjid Ini Sediakan Ruang Kecil untuk Sholat

Meskipun masjid-masjid di Singapura tetap ditutup untuk mencegah penyebaran COVID-19 lebih lanjut, beberapa akan menyediakan ruang-ruang kecil yang terbuka untuk salat di sore hari untuk melayani para jamaah yang membutuhkannya.

Dari Senin hingga Kamis, 19 masjid di seluruh Singapura akan menyediakan ruang untuk salat namun bagi tak lebih dari 20 orang untuk salat Dzuhur dan Asar. Hal ini disampaikan Dewan Agama Islam Singapura (MUIS) di Facebook pada hari Minggu, (22/3/2020).

Di antara masjid-masjid yang akan membuka pintu bagi jamaahnya antara lain Masjid Darul Ghufran di Tampines, Masjid An-Nahdhah di Bishan, dan Masjid Pusara Aman di Lim Chu Kang.

Ini terjadi setelah Dewan Agama Islam Singapura (MUIS) pertama kali mengumumkan pada 12 Maret bahwa 70 masjid di sini akan ditutup selama lima hari untuk dibersihkan setelah beberapa jamaah dinyatakan positif terkena virus corona setelah mengadakan pertemuan keagamaan di Malaysia.

Ini kemudian memperpanjang penutupan oleh sembilan hari lagi, berdasarkan rekomendasi oleh Departemen Kesehatan, untuk menyelesaikan satu periode inkubasi untuk memutus siklus penularan virus corona.

Masjid-masjid di sini akan dibuka kembali untuk umum pada 27 Maret yang akan datang.

MUIS mengatakan dalam sebuah postingan di Facebook, keputusan untuk membuka tempat salat kecil di beberapa masjid bertujuan untuk memenuhi kebutuhan jamaah seperti pengemudi taksi, pengemudi mobil, serta pengendara ekspedisi.

Mereka mengatakan, susah menemukan tempat untuk beribadah selama jam kerja mereka. Oleh karena itu masjid membuka peluang bagi mereka untuk beribadah.

BERITA REKOMENDASI