DPR Harap Pemerintah Lobi Tambahan Kuota Haji

JAKARTA (KRjogja.com) – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Malik Haramain mengatakan, kasus 177 calon haji yang tertahan di Filipina karena menggunakan paspor palsu dipicu kurangnya kuota haji untuk Indonesia.

Antrean hingga 20 tahun itu berpotensi makin panjang karena kuota haji Indonesia dikurangi dari 211 ribu jamaah menjadi 155.200 jamaah.

Pihaknya pada tahun lalu sudah meminta Pemerintah Indonesia melobi Pemerintah Arab Saudi agar menambah kuota haji. Namun hingga kini penambahan kuota tersebut belum terealisasi.

"Waktu itu Jokowi dijanjikan oleh Raja Arab, Salman sebanyak 10 ribu orang, lima bulan yang lalu. Kementerian Agama juga dijanjikan oleh pemerintah Arab Saudi sebanyak 10 ribu orang jamaah haji," kata Haramain di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (22/8/2016).

Untuk itu, lanjut Haramain, pihaknya meminta Pemerintah Indonesia bekerja keras untuk melobi Arab Saudi agar merealisasikan janjinya menambah kuota haji bagi Indonesia. "Kita hampir dapat tambahan 20 ribu kuota haji. Kesempatan menambah kuota haji ada peluang, pemerintah harus kerja keras," ungkapnya. (*)    

 

BERITA REKOMENDASI