Dua Mahasiswa UMY Magang di KBRI Bahrain

MANAMA, KRJOGJA.com – Meraih Best Delegate dalam praktikum diplomasi, dua mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (HI- UMY) Amalia Putri Utami dan Heriawan diundang KBRI Bahrain ke Manama. 

Keduanya akan berada di Bahrain selama 10 hari hingga 29 September dengan didampingi Dosen Fisipol UMY Ratih Herningtyas SIP MA. Kegiatan diselenggarakan Prodi HI UMY bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri RI melalui Direktorat Jenderal Diplomasi Publik beberapa waktu lalu juga dihadiri Dubes RI untuk Bahrain NS Rahardjo.  

Dalam siaran pers yang diterima KRJOGJA.com, Minggu (23/9) disebutkan selama 10 hari keduanya akan melakukan pelbagai kegiatan. Menurut Dosen HI-Fisipol UMY Ratih Herningtyas, kedua mahasiswa selain magang di KBRI Manama juga akn terlibat dalam pelbagai kegaitan diplomatic seperti resepsi diplomatic, Indonesian Cultural Night. “Mereka akan sit-in dan diskusi dengan mahasiswa University College of Bahrain (UCB),” jelas Ratih. 

Selain itu, lanjut Ratih saya sekaligus melakukan riset mengenai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Bahrain.  Kemarin, jelasnya, kami sudah bertemu dengan para migrant yang bermasalah karena mereka kebanyakan merupakan tenaga kerja Indonesia (TKI) illegal.

Terpisah Heriawan menyampaikan, dalam diskusi dengan mahasiswa di sana akan  dipantau langsung oleh Dr Sutan Emir Hidayat, Kepala Bagian Administrasi Bisnis (Dekan / Kepala Sekolah Bisnis) di UCB. “Selain itu, kami berdua diminta menulis pendapat kami tentang Bahrain selama berada di negeri ini,” ungkap Heriawan.

Menurutnya, Duta Besar Indonesia untuk Bahrain, Nur Syahrir Rahardjo menyampaikan bahwa dirinya sering mengirimkan pelajar dan mahasiswa Bahrain ke Indonesia dalam berbagai kesempatan. Sepulangnya dari Indonesia mereka diminta untuk menuliskan pendapat dan kesan mereka tentang Indonesia. “Dubes ingin kami melakukan hal yang sama dan kemudian mempublikasikan tulisan tersebut melalui media sosial," ungkapnya.

Sedang Amalia menyebutkan, selain kegiatan di atas, mereka juga akan melakukan mini-research terkait fenomena perdagangan manusia di Bahrain. "Kami memilih mengangkat tema ini karena hal tersebut termasuk dalam kategori perdagangan manusia dan terjadi secara sistematis. (Fsy)

BERITA REKOMENDASI