Dua Warga China Terjerat Hukum di Amerika

Editor: Ivan Aditya

AMERIKA, KRJOGJA.com – Kementerian Kehakiman Amerika Serikat telah mendakwa dua peretas asal China yang disebut berusaha mencuri data penelitian vaksin virus corona (Covid-19), dan kekayaan intelektual lainnya dari ratusan perusahaan Negeri Paman Sam dan sejumlah negara lain.

Wakil Jaksa Agung AS untuk Keamanan Nasional, John Damers, mengatakan kedua warga China itu bernama Li Xiayou (34) dan Dong Jiazhi (33). Keduanya diyakini beroperasi di China sehingga berada di luar jangkauan hukum AS.

“Para peretas bertindak dalam beberapa kasus untuk keuntungan pribadi mereka dan dalam kasus lain untuk kepentingan Kementerian Keamanan Negara China,” kata Demers.

Kementerian Kehakiman menyatakan target peretasan kedua warga China itu terdiri dari ratusan perusahaan, pemerintah asing, organisasi non-pemerintah, individu, hingga aktivis HAM di AS dan luar negeri termasuk Hong Kong dan China.

Sementara itu, Jaksa AS William Hyslop mengatakan kedua peretas itu juga menargetkan berbagai perusahaan di seluruh dunia. (*)

BERITA REKOMENDASI