Dubes RI Serahkan ‘Credentials’ ke Presiden Portugal

Editor: Ivan Aditya

LISABON, KRJOGJA.com – Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk Republik Portugal, Ibnu W Wahyutomo telah menyerahkan Surat Kepercayaan (credentials) kepada Presiden Republik Portugal, Marcelo Rebelo de Sousa, di Istana Kepresidenan Palacio de Belém, Lisabon Selasa (29/05/2018).

Prosesi upacara penyerahan surat kepercayaan dimulai dengan kedatangan  Duta Besar RI di Praça do Império pada pukul 15.45 waktu setempat. Dengan dikawal pasukan berkuda, Duta Besar RI  yang alumnus Fakultas Hukum UGM Yogyakarta menuju Palacio de Belém untuk bertemu dengan Presiden Marcelo Rebelo de Sousa.

Dalam pertemuan dengan Presiden Portugal setelah upacara penyerahan surat kepercayaan, Duta Besar RI menyampaikan salam hangat Presiden Joko Widodo dan rakyat Indonesia kepada Presiden dan rakyat Portugal. Disampaikan juga harapan agar kerja sama Indonesia dan Portugal dapat makin erat dan terus meningkat di masa mendatang.

Kedatangan bangsa Portugis di Nusantara lima abad yang lalu telah menanamkan fondasi hubungan sosio-kultural antarbangsa yang kuat. Kunjungan Presiden Cavaco Silva ke Indonesia tahun 2012 dan kunjungan balasan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Portugal tahun 2014 lalu menjadi simbol komitmen untuk mempererat hubungan diplomatik kedua negara.

Indonesia menurut Presiden Portugal adalah bangsa yang besar dan merupakan pemimpin di kawasan ASEAN. “Indonesia diharapkan dapat memainkan peran besar di fora internasional, seperti halnya Portugal yang terus berupaya berperan di dunia internasional,” kata Presiden Portugal Marcelo Rebelo de Sousa.

Sementara itu Duta Besar Ibnu W Wahyutomo dalam siaran pers yang diterima KRJogja.com, Rabu (30/05/2018) petang mengatakan, Indonesia memiliki prioritas untuk meningkatkan kerja sama perdagangan dan investasi dengan Portugal. Hal tersebut sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo agar Indonesia bisa mendapatkan manfaat nyata dari tiap hubungan bilateral dengan negara sahabat.

“Selain perdagangan dan investasi, Indonesia juga memiliki prioritas untuk meningkatkan people-to-people contact antara kedua bangsa yang telah terjalin lima abad lalu,” jelasnya. (Fsy)

BERITA REKOMENDASI