Dugaan Konspirasi Dibalik Krisis Qatar

Editor: Ivan Aditya

ARAB, KRJOGJA.com – Sebuah rekaman telepon dirilis oleh Al Arabiya News Channel yang menunjukkan bagaimana Qatar bersekongkol di balik layar melawan kebijakan terpadu negara Teluk di Bahrain. Rekaman telepon itu adalah rekaman pembicaraan antara Penasihat Khusus Emiri Qatar Hammad bin Khalifa Abdullah Al-Attiya dan Hassan Ali Mohammed Juma'a Sultan, seorang pembangkang Bahrain yang kewarganegaraannya dicabut pada 2015 lalu.

Dalam rekaman telepon tidak bertanggal itu, keduanya menyinggung perundingan yang mungkin telah terjadi pada tahun 2011 setelah enam anggota Dewan Kerjasama Teluk (GCC) mengirimkan pasukan gabungan ke Bahrain. Pasukan yang dikenal sebagai Peninsula Shield Force itu dikirim atas permintaan pemerintah Bahrain untuk melindungi keamanan nasional negara itu.

Rekaman pertama menunjukkan bagaimana Qatar berusaha untuk menyeimbangkan antara Doha dengan kebijakan pro-GCC di Bahrain. Namun akhirnya justru bekerja di belakang layar, menggunakan Al-Jazeera News Channel untuk menyiarkan agenda yang berlawanan.

"Para perusuh sekarang berurusan dengan kekuatan dari kekuatan pendudukan," Sultan mendengar pemberitahuan Attiya dalam percakapan telepon pertama.

"Saya mengikuti apa yang Anda katakan. Saya seharusnya tidak mengatakan hal ini, seperti yang seharusnya Anda ketahui, kami di Qatar, kami memiliki reservasi kami mengenai kehadiran Pasukan Peninsula Shield Force di Bahrain," kata Attiya. (*)

BERITA REKOMENDASI