Duterte Bela Aquino

Editor: Ivan Aditya

FILIPINA, KRJOGJA.com – Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, membela pendahulunya, Benigno Aquino, setelah dituntut atas kasus operasi kontra-terorisme yang berakibat fatal pada 2015 lalu. Duterte mengatakan, tuntutan yang diajukan oleh Conchita Morales dari Ombudsman Filipina ini sebagai perkara konyol. Ia pun mengatakan, tuntutan ini akan gagal.

Duterte mengatakan bahwa seorang presiden merupakan komandan utama yang dapat "meminta siapa pun untuk melakukan operasi perlawanan terhadap tindak kriminal."

Ia kemudian menyinggung salah satu unsur tuntutan yang diajukan, yaitu Aquino dianggap tak bertanggung jawab karena memberikan kewengan kepada kepala kepolisian berstatus non-aktif, Alan Purisima, untuk melancarkan operasi tersebut. (*)

BERITA REKOMENDASI